6/01/2011

Pengalaman di Pulau Lombok

Pengalaman menarik ini aku alami sewaktu aku mendapat tugas kantor di Lombok. Meskipun ini perjalanan dinas kantor, maka kumanfaatkan sekalian jalan-jalan di pulau pelesir yang banyak dikunjungi turis mancanegara ini.
Tetapi waktu itu sedang low session jadi keadaan tidak seramai kalau sedang hari libur.

Siang hari sekitar pukul 13.00, akhirnya aku sampai di Pulau Lombok, dari airport aku di antar taksi untuk mencari hotel di daerah Senggigi. Sejenak aku melepas lelah, dan beres-beres I dalam kamar sambil menunggu waktu mandi. Setelah agak sore aku jalan-jalan di sepanjang jalan pantai di Senggigi sambil membawa handycam. Untuk mengabadikan perjalananku di Pulau Lombok ini. Rupanya kehadiranku menarik perhatian beberapa penyewa perahu yang akan menyeberangkan para turis ke 3 pulau kecil di Lombok, yaitu Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan.

Saat aku menelusuri jalan pantai yang sepi, dengan terus menshoot pemandangan laut dan pantai yang indah, aku melihat sepasang bule cowok dan cewek sedang bercumbu ria di pinggir pantai yang landai dan berpasir putih. Sekilas aku merekam mereka dalam beberapa adegan, akan tetapi karena tempatnya begitu jelas, buru buru aku menghindar, demi menjaga kenyamanan mereka berdua. Lalu aku menuju jalan setapak yang di kanannya ada rimbunan pohon, sambil merekam tiupan angin pada daun-daun rimbun. Sekilas aku nampak bule cowok sedang berciuman dengan pemuda lokal. Pemandangan ini mengusik rasa ingin tauku, lalu aku pura pura sedang istirahat sambil memasang ear phone di telinga. Padahal menu music player tidak kujalankan. Hanya sebagai kedokku saja ingin melihat aksi dua pria berlainan warna kulit ini, sambil handycamku terus merekam adegan mereka.

Aku intip di layar handycamku mereka saling mencium dan saling meremas kepala masing-masing. Ciuman French-Kiss yang dalam dengan melibatkan pautan lidah, sungguh begitu hotnya. Dan yang kuherankan, ciuman itu dilakukan oleh dua pria sesama jenis yang berbeda warna kulit. Oh Tuhan, seumur umur aku baru menyaksikan adegan dua cowok sesama jenis bisa saling mencium dan mencumbu. Dan aku melihatnya kedua duanya begitu menikmati. Jadi inikah dua orang homoseksual itu? Apakah homoseks itu hanya ada di kalangan bule saja? Tapi yang kulihat ini, pemuda lokal yang bercumbu dengan bule. Berarti memang orang Indonesia juga bisa homoseks. Begitu beragam pertanyaan bergemuruh di benakku. Lama aku berfikir hingga pandanganku terlepas dari aksi dua pria tersebut. Sewaktu aku melirik lagi, rupanya sang bule sedang melakukan sesuatu kepada selangkangan pemuda lokal itu.

Woww…ternyata batang kontol warna gelap itu sedang dijilat jilat dan dihisap hisap oleh mulut bule itu. Ups…mereka melakukan oral seks? Semakin aku dibuat penasaran oleh ulah dua pria ini. Semakin mataku memicing memperjelas tayangan di LCD handycamku untuk mengintip aksi oral seks dua cowok ini. Nampak pemuda lokal itu begitu menikmati aksi jilatan lidah bule itu. Tanpa kusadari, selangkanganku terasa sesak. Oh rupanya aku terangsang juga menyaksikan adegan oral seks bule tersebut.
Sejenak pria lokal itu menegakkan badannya sambil meremas-remas selangkangan bule itu. Ssedangkan sang bule masih terus melakukan aksi hisap menghisap pada batang kontol pemuda berkulit gelap itu. Melalui sela sela celana pendek, dikeluarkannya batang kontol bule itu. Wow…begitu besar dan panjang aku lihat. Batang kontol berwarna putih agak kemerahan dan tidak disunat. Kulup batang kontol itu ditarik tariknya oleh pemuda itu. Ketika akan menunduk untuk menghisap batang kontol berkulup itu, pemuda lokal itu nampak aku yang tak jauh dari mereka berdua.

Lalu dia menepuk sang bule dan seketika mereka berdua menghentikan aksinya, lalu membereskan baju masing-masing. Lalu mereka berdua pura pura duduk bersebelahan.
Aku yang menjadi penyebab berhentinya aksi mereka, merasa kikuk dan bersalah. Segera kubereskan handycamku ke balik bajuku. Ada rasa takut juga, jika sang pemuda atau bule itu tau aku sedang merekam mereka. Pastinya mereka akan marah padaku. Lalu sang bule berdiri dan mendekat ke arahku. Aku agak merasa takut juga, akan tetapi setelah kusadari bahwa ini tempat umum, maka akupun terdiam dan siap menghadapi bule ini. Tak lupa, handycam kuamankan dan kututupi dengan rapat.

"Hallo..selamat sore",sapa bule itu dengan aksen terbata. "Sore juga",jawabku agak dalam."Boleh aku berkenalan dengan kamu",lanjut bule itu."Engg...eh…boleh",jawabku ragu ragu seolah tak percaya apa yang diucapkan bule itu."Saya Frederick”,bule itu memperkenalkan diri sambil menjulurkan tangan."Aku Nurman”,jawabku sambil menjabat tangan besar itu."Tadi kamu menyaksikan kami berdua sedang sex ya. Kamu sedang merekan kami dengan handycam kamu yah”,tawar bule itu.
Aku terhenyak dengan perasaan takut.
“Kalau kamu mau, mari bergabung dengan kami. Kamu bisa rekam kami dengan lebih jelas”,tawaran bule.

Aku begitu kaget mendengar tawaran bule itu. Dan belum hilang keterkejutanku, bule itu menarik tanganku agar berdiri dan mendekat ke arah pemuda lokal itu."Tidak apa apa. Kami orang baik. Nanti kamu juga bisa dapat pengalaman”,bule itu berusaha meyakinkan. Aku sebenarnya ingin berontak, akan tetapi tenaga bule itu lebih besar. Hingga akhirnya aku mendekat ke pemuda itu.

"Ga papa bang. Rekam saja kami. Kalau abang mau, abang juga bisa gabung. Nanti abang akan dapat enak kok",timpal pemuda itu meyakinkanku.
Aku menggeleng, namun gelenganku begitu lemah hingga terhenti karena bule itu merangkul bahuku.

"Enggak usah malu”, timpal bule itu lagi.
"Malu ama siapa, kan nggak ada orang yang tahu di sini, kan sepi”, sahut pemuda itu lagi.
Aku melihat sekeliling memang nggak ada orang lagi. Tempat itu sepi sekali, apalagi hari menjelang gelap.

“Nih aku lepas baju. Silahkan direkam”, jawab pemuda itu dan segera menanggalkan baju dan celananya.

Woww…aku terhenyak menyaksikan tubuh bugil pria lokal di hadapanku. Lantas sang bule menarikku mendekat sambil tangannya meraih batang kontol pria lokal itu. Aku masih belum berani mengeluarkan handycamku, meski handycam itu masih dalam posisi ON. Tapi ketika bule itu mulai asyik mengulum lagi batang kontol pemuda itu, membuatku ingin merekamnya lebih jelas.Lalu bule itu sekilas menoleh padaku dan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Aku hanya terhenyak, lalu tangankupun mulai mengarahkan camera handycamku pada dua pria itu lagi.

Tak kusia-siakan sewaktu bule itu melepas baju dan celananya. Aku rekam terus dengan handycam-ku hingga ia telanjang bulat di tepi pantai.

kontol bule yang sudah berdiri tegak itu meloncat keluar seolah merasa bebas dari kurungannya. Tampak olehku tubuh telanjang bule Frederick itu. Rambut kontolnya tampak kontras sekali dengan kulit tubuhnya yang putih kemerahan, serta dua biji pelernya menggantung. Kuabadikan semua tingkah laku bule yang telah telanjang bulat itu, ambil mulutnya menghisap hisap batang kontol pemuda lokal itu. Tangan bule yang satu sambil meraba raba dada pemuda itu. Sebentar kemudia tangan itu turun dan mengurut kontol dia yang sudah berdiri tegak sambil sesekali meraba dan meremasi biji pelernya.

Rupanya pemuda lokal itu begitu menikmati dan matanya terus mengawasiku. Dia juga tersenyum saat aku bertatap mata dengannya. Lalu dengan sigap tangan pemuda itu menjulur dan meraih celanaku. Sedang tangan yang satunya berusaha meraba jendolan di selangkanganku. Aku rasakan jika aku udah mulai terangsang.

Ia lalu menggosok pelan di luar velakau. Dan itu membuat batang kontolku mulai berdiri. Lau dengan sigap tangannya melepaskan ikat pinggang dan membuka resleting celanaku. Lalu setelah menyibakkan celana dalamku, dia meraih kontolku dan mengocoknya perlahan sambil mendesah keenakkan, “Ughh.., besar juga kontolmu..”, sambil tangannya semakin kencang mengocok kontolku, akhirnya kutaruh handycamnya di suatu tempat yang tepat agar segala adegan kami dapat direkam dengan jelas, selintas terpikir olehku andai ada seseorang yang mau membantu untuk mengambil gambar dengan handycamku pasti akan lebih bagus lagi hasilnya. Kulihat ke arah bule itu, ternyata tangannya yang satu meremasi dada pemuda itu sedang tangannya yang lain dengan dua jarinya tampak sudah berada di belahan pantat pemuda itu.

Lalu bule itu berpaling dan segera ia meraih kontolku dan mengarahkannya ke mulutnya yang mungil dan selanjutnya bagai anak kecil yang sedang makan ice cream, dijilatinya seluruh batang kontolku dari ujung kepala sampai ke buah kontolku tak lupa dikulumnya sambil sesekali di sedot dengan kuat. “Kamu merasa enak kan? Rasanya nikmat sekali kan.., terusin isapnya.., isap yang kenceng Fred”, ujar pemuda itu menyemangati bule itu. Karena sudah bangkit nafsunya, bule Frederick itu dengan kuat menyedot ujung kepala kontolku sambil sesekali menggunakan ujung lidahnya memainkan lubang kencingku, rasa yang ditimbulkan sangat nikmat sampai ke ubun-ubun. Lalu bule itu mengambil posisi yang memungkinkan pemuda lokal itu bisa menjilati dan menghisap batang kontolnya juga.

Ketika kontol besar panjang itu dijilati, bule itu menggelinjang kenikmatan sambil kepala pemuda lokal itu di jepit dengan kedua belah pahanya. Bule itu rupanya ingin agar pemuda itu lebih lama menjilati batang kontolnya. . Dengan tangannya, pemuda itu juga membantu mengocok sisa batang kontol yang tidak tertelan mulutnya. Pemuda lokal itu mengocok dengan lembut hingga bule itu tampak mengerang-erang keenakkan, kontol besar panjang itu digenggamnya erat sambil terus menghisap-isap ujung kontol bule itu.

Cukup lama aksi saling isap dan saling jilat itu hingga posisiku telentang di pasir dan bule itu berada di antara ke dua pahaku yang telentang. Dia tampak begitu menikmati kontolku yang kini sudah basah terkena air liurnya. Tak henti-hentinya ia mengisap dan menggigit kecil ujung kontolku sehingga aku kelojotan merasakan geli yang luar biasa. Kurasakan desakan yang akan keluar dari kontolku, segera aja kutarik kepala bule itu agar ia melepaskan kontolku dari mulutnya. Lalu bule itu merebahkan badannya, lantas dihisapnya puting dada bule itu oleh pemuda lokal itu. Ujung dada sebelah kanan sambil ujung yang satunya dimainkan dengan jarinya yang lain. Bule itu tampak menikmati permainan ini sambil tangannya sendiri memainkan batang kontolnya sendiri. Kedua belah pahanya di buka lebar dan setengah diangkat agar lebih mudah dirinya memainkan batang kontolnya sendiri.

“Imron.., ayo masukin kontolmu di lubang anusku dong.., aku udah kepengen nihh”, pinta bule itu. Lalu tangannya meraih batang kontol pemuda lokal yang dipanggil Imron itu. Sebentar dikocoknya batang kontol berwarna gelap itu sambil sesekali dihisapnya. Lalu dengan ludahnya dilumuri batang kontol gelap itu hingga nampak mengkilat dan licin. Lalu batang kontol itu diarahkan ke arah lubang belahan pantatnya.. Sambil dituntun, dimasukkan ujung kontol berwarna gelap itu ke lubang pantat bule itu. Bule itu yang tampaknya memang sudah kepingin dengan mengangkat pantatnya ia sengaja membuat agar seluruh batang kontol pemuda lokal itu masuk ke dalam lubang pantatnya.

“Acchh.., uuffhh”, desah bule Frederick ketika seluruh kontol Imron pemuda lokal itu, masuk ke dalam lubang pantatnya. Kedua pahanya dilingkarkan di badan Imron agar kontol berwarna gelap tetap menancap di lubang pantatnya. Sekilas batang kntol Imron ditarik sedikit keluar lalu dimasukkan dalam-dalam. Lalu ditarik lagi dan dimasukkan lagi dengan ritme yang berirama membuat bule Frederick itu mengerang-erang keenakkan.
Kini dengan ritme yang lebih cepat ditekan-tekan sekuat tenaga Imron hingga mulut bule Frederick itu menganga tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun karena nikmat yang dia rasakan. Hal itu membuat ia hanya sanggup mengelinjang-gelinjang keenakan. Kulihat kontol besar nan panjang kemerahan itu bergerak naik turun seirama dengan kocokan kontol Imron di lubang pantatnya. “Imronnn.., egghh.., aacchh.., aakuu pengen puass dulu ya”, pinta bule Frederick.

Tanpa dijawab lalu kini bule itu berada di atas tubuh Imron. Hanya dengan sekali hentak, mereka bertukar posisi. kontol Imron yang berdiri tegak itu dituntunnya ke liang anusnya, lalu dengan jeritan kecil bule Frederick itu melenguh, “Aauu..”.
Seluruh batang kontol Imron kini amblas masuk ke dalam lubang anus bule Frederick yang semakin licin itu. Kini sepenuhnya bule itu bebas menguasai kontol Imron yang berwarna gelap itu. Seperti orang naik kuda semakin lama semakin cepat gerakannya sambil tangan bule Frederick itu meremas-remas kedua dada Imron. Sedang tangan yang lain sibuk mengocok batang kontolnya sendiri. Kini bule itu tidak lagi bergaya seperti naik kuda, tetapi tetap seperti posisi semula hanya kini ia menggesek-gesekkan pantatnya maju mundur di perut Imron sambil ia meremasi sendiri dadanya hingga akhirnya ia tampak mengejang-ngejang. Lalu segera dia membuka mata dan meraih batang kontolku yang teracung kerasnya menyaksikan adegan persetubuhan sejenis ini. Lalu bule itu kembali mengocok kontolku dengan tangannya. Lalu setelah beberapa kali kocokan, diarahannya kontolku ke mulutnya. Kurasakan kini mulutnya lebih seret menghisap kontolku dari yang tadi sehingga menambah kenikmatanku. Dimaju mundurkannya mulutnya melumat habis batang kontolku.

Lalu setelah beberapa lama, segera Imron meminta agar bule itu berjongko. Kini dia mengambil posisi doggie style. Segera bule itu berjongkok sambil membuka lebar pahanya hingga kulihat dengan jelas lubang pantatnya itu terbuka.
Kini kepala kontol Imron diarahkan ke dalam lubang itu. Dengan sekali dorongan, masuklah sebagian kontol Imron itu ke dalam lubang pantat bue itu. Bule Frederick menjerit kecil ketika sebagian kontol Imron masuk ke lubang anusnya. Tetapi sejenak bule itu memundurkan pantatnya hingga amblaslah seluruh batang kontol Imron ke dalam lubang pantat bule itu. Dengan kuat didesak-desak seluruh batang kontol Imron dengan irama yang beraturan hingga bule Frederick merasa kegelian lagi. Sambil mendesis ia memintaku agar jari Imron di masukkan ke dalam anusnya.

Tapi rupanya Imron mempunyai rencana lain. Dia lalu meraih batang kontolku dan menghisapnya. Dengan hisapan dan kuluman penuh, batang kontolku amblas ke dalam mulut Imron. Lalu dibasahi batang kontolku dengan ludahnya. Lalu sambil dituntunnya, batang kontolku diarahkan ke lubang anus bule Frederik. Lalu dicabutnya batang kontolnya dan kini Imron menyuruhku menyodomi bule itu. Aku yang belum berpengalaman hanya bengong saja. Tapi Imron tak kurang akal, dituntunnya batang kontolku tepat di depan lubang pantat bule itu. Setelah posisinya pas, lalu bule itu disuruh mundur oleh Imron. Semula aku merasa seperti memasuki jalan buntu, namun 5 detik kemudian ketika hanya dengan sekali hentak, batang kontolku melesak masuk ke dalam lubang anus bule itu. Rasa hangat kurasakan saat batang kontolku terjepit dinding dinding anus bule itu. kontolku yang tenggelam kedalam lubang duburnya, rasanya sedikit kesat dan ketat luarbiasa.

Aku yang pernah merasakan ngeseks dengan pacar cewekku, sungguh kurasakan hal yang berbeda dari anal seks ini. Waahh ..rasanya sangat hangat dan lembek.
Jepitan lubang anus bule ini berbeda dengan jepitan vagina pacar cewekku ini. Ada sensasi yang luar biasa kurasakan, dari jepitan dinding anus bule ini. Waahh ... ternyata tidak terlalu susah juga meski terasa sangat sempit, karena ternyata lubang duburnya bisa sedikit melar dan elastis. Sampai disitu aku baru mengerti kenapa di film-film porno begitu enaknya bintang pria menyodomi pemain ceweknya karena memang lubang dubur itu sangat elastis. Aku menekan terus perlahan-lahan alat vitalku menembus ke dalam liang duburnya. Lubang duburnya terasa berdenyut-denyut keras seakan meremas-remas batang kontolku yang cukup besar ini. Kepala kontolku seakan diremat-remat hebat didalam anusnya. Jepitan lubang anusnya yg sedalam ini saja sudah membuat batang kontolku seperti diremat kuat sekali. Apalagi aku merasakan liang anusnya itu jugaerdenyut-denyut seperti mengurut-urut memberiku kenikmatan luar biasa pada batang kontolku. Tak pernah kusangka sama sekali begitu nikmatnya bersenggama lewat jalan belakang.

Apalagi saat bule itu terus menggoyang pantatnya.

Aku serasa dibuai dan terbang ke awang awang kenikmatan tiada tara. Kuhentakkan pantatku sehingga seluruh batang kontolku masuk ke dalam anusnya, sambil kutekan ke bawah hingga kurasakan geseran kontolku di dalam lubang anus bule itu. Dia tampak menikmati sekali permainan ini, berulangkali ia memintaku agar lebih keras lagi goyangannya sambil ia membuat gerakan maju mundur pantatnya.

Saat bule itu menyambar kontol Imron dan langsung menjilati batang kontol berurat itu dengan ujung lidahnya, membuatku lebih terangsang hingga kupercepat kocokan kontolku sambil menekan kuat kuat ke dalam anusnya. Hingga akhirnya kurasakan ada desakan yang kuat yang akan menyembur keluar dari kontolku. Rupanya bule itu juga mengerti kalau aku mau keluar, lalu dicabutnya batang kontolku, dan segera oleh bule itu diraihnya kontolku dan segera ia mengocoknya dengan kuat. Sementara mulutnya tepat berada di hadapan batang kontolku yang dikocok tanga besar itu. Bule itu mengocok kuat kontolku sampai akhirnya aku tak kuat lagi menahan rasa nikmat ini hingga akhirnya, “Cett.., crett.., crett”, keluarlah cairan kenikmatanku, dengan lahap bule itu menengadah dan menerima semprotan spermaku. Lalu dia melumat setiap tetes cairanku yang tepat masuk ke mulutnya.

Sejenak kemudian, Imron pun berdiri disampingku dan mengocok kocok batang kontolnya. Bule itu membantu dengan turut meremas remas tetek putting dada Imron. Aku lihat Imron memejamkan mata sambil terus mengocok batang kontolnya. Rupanya Imron agak susah mengelarkan spermanya dengan cara dikocok seperti itu. Lalu tangannya mendorong bule itu terjengkang hingga bule itu terlentang di tanah. Dengan sigap Imron meraih kaki bule itu dan ditaruh di pundaknya. Sehingga kini dengan gaya ayam panggang itu, Imron dengan mudah memasukkan batang kontolnya ke arah pantat bule itu. Dengan goyangan dan hentakan yang dalam, Imron menyodomi bule itu.

Bule itu menaikan kakinya sehingga memudahkan Imron menusuk dan menyodok lubang pantatnya. Sambil terus mengusap usap pantat bule itu, Imron melakukan gerakan yang semakin cepat sambil tangannya mengocok kontol berkulup punya bule itu. Imron terus bergerak maju mundur seraya menampar paha dan pantat bule itu, sehingga menimbulkan bekas merah merah. Bule Frederick hanya merem melek dan mengoyangkan kepalanya ke kanan dan kiri dan sesekali juga mengoyang anusnya kekiri dan kekanan. Imron terus bergerak dengan cepat dan kasar sekali sampai bunyi anus bule Frederick yang bersentuhan dengan paha Imron berbunyi nyaring. Jeritan dan lenguhan dari bule itu keluar saat kontol Imron ditarik hingga tinggal ujungnya dan memasukkannya dengan cepat dan keras sekali dalam sekejap. Keringat dingin pun menetes deras dari dahi bule itu. Semakin Imron menggenjot dan memaju mundurkan kontolnya. Lalau selang beberapa lama. “Ahh….aku engga tahann…. mauuu… ….. mauuu……. keluarrrghhh…. … diii… dalammm… pantattt… kamuuu”,ceracau Imron.

Imron menancapkan kontolnya dalam dalam di anus bule itu, sehingga terbenam seluruhnya sampai keliatan buah zakarnya saja di anus bule itu.

“Arrgghhhhhhhhhhhhhh……”jadi jeritan terakhir saat badan Imron bergetar dan diikuti dengan semprotan cratt…. Crattt…. crattt………. sperma Imron meledak di dalam anus bule itu sampai muncratan sperma terakhir. Dan saat yang bersamaan, Imron menekan kontolnya dalam dalam di anus bule itu, ternyata badan bule itu bergetar hebat seraya mengejang kaku, dan diikuti lenguhan ”Uhhhhhhhhhhhh…. .” Akhirnya menyemburlah sperma bule itu membasahi tangan Imron. Crett..cretttt…crett….semprotan itu juga membasahi perut serta dada bule itu. Begitu banyak sperma bule itu menyembur, dan rasanya begitu kental. Woww…baru kali ini kulihat sperma pria dalam jumlah yang begitu banyak. Apa semua bule spermanya banyak seperti ini ya??

No comments:

Post a Comment

Paling Populer Selama Ini