6/01/2011

Temen Ayahku

Nama saya Adit Priyo Setyantara, umur 21 tahun. Cerita ini bermula dari chatting. Suatu malam karena saya merasa suntuk, bosan dan kebetulan lagi horni berat. Langsung saja saya hidupkan laptop dan mulai chatting. Saat asik chatting, ada nick “Manly_Atletis_Now” yang menarik perhatian saya.

Langsung saja saya klik dan kami mulai mengenalkan diri masing-masing. Singkat kata kami janjian ketemu besok di MATOS, dan dia bilang dia memakai kemeja putih, jaket hitam dan celana jeans. Besoknya kami ketemuan, saya kaget setengah mati. ternyata dia teman ayah saya. Gila..! langsung saja saya menghindar tapi keburu dia menyapa duluan, ya sudah terpaksa deh dengan muka tebal dan sedikit merah saya menyapa balik. Namanya Om Danu umur 37 tahun. Sebenarnya orangnya ganteng dan tubuhnya kekar. Karena setiap saya mengantar ayah saya main tenis, dia selalu ada di sana. Terlebih dadanya bidang, kulitnya putih, pokoknya seksi habis. Waktu melihat dia pertama kali, pandanganku tertuju pada bulu di dadanya yang tersembul di barisan 2 kancing kemeja yang dilepas. Tubuh saya bergetar dan kontol saya sedikit bangun. Apalagi sekarang berhadapan langsung sama orangnya. Wah... pokoknya tidak bisa dibayangkan deh. Saya jadi salah tingkah berada di hadapan Om Danu, antara bingung, takut dan tidak percaya bahwa Om Danu adalah yang chatting dengan saya semalam.

Awal obrolan, Om Danu menanyakan kabar ayah saya,

"Papa kamu kok tidak pernah Om liat lagi di lapangan tenis, Dit?"

"Eh... iya Om, belakangan ini papa saya lagi sibuk keluar kota," jawab saya sambil sedikit senyum.

"Ooo..." jawab Om Danu.

Tiba-tiba dia menyeletuk lagi,

"Kamu suka chatting di room #gim juga yah Dit...? padahal itu room khan khusus buat gay," belum sempet saya menjawab, dia nyeletuk lagi,

"Kamu gay juga tah Dit..?"

Tiba-tiba saja muka saya jadi merah dan rasanya mulut susah dibuka, karena terlalu syok mendengar kata-kata Om Danu. Tapi setelah menghela nafas, saya memberanikan diri menjawab,

"Iya Om… Sama kayak Om juga ya," kata saya sambil tersenyum.

"Oooohh..Benernya saya sudah menyangkanya dari waktu kita pertama kali ketemu..kok" kata Om Danu sambil tersenyum.

Karena di Matos terlalu ramai, jadi saya diajak Om Danu jalan-jalan. Di jalan kami sempat ngobrol berbagai macam hal dari kuliah sampai kerjaan sambil nonton TV di mobil. Saat Om Danu merubah channel TV, entah dia sengaja atau memang salah tekan tombol. Karena yang ketekan malah tombol AV dan langsung saja muncul adegan dua cowok gay yang sedang ML. Langsung saja mata saya setengah melotot melihat adegan syur yang ada di film itu. Tiba-tiba Om Danu memegang paha saya dan bilang, "Dit, kamu suka ya liat video itu..?"

Setelah beberapa menit kemudian saya jadi agak gelisah, karena alat vital di dalam celana saya mulai berontak ingin keluar.

"Dit, kenapa gelisah?"tanya Om Danu karena melihat saya yang salah tingkah

"Eh.. hmmm...nggak kok Om.." muka saya kelihatan merah dan bicaranya sedikit tersendat-sendat.

"Dit... kamu pernah ngelakuin yang kayak di film itu tidak?" tanya Om Danu sambil menghela nafasnya yang sedikit tidak teratur.

"Belum tuh Om... kenapa?",padahal jujur aku sering melakukan ML ama cowok sebayaku.

Saya tahu maksudnya tapi saya pura-pura tidak tahu saja.

"Pengen tidak kamu ngerasain yang kayak di film itu Dit..?".Tanya Om Danu sambil mulai mengelus bagian dalam paha saya.

Saya hanya bisa tersenyum saja karena masih sungkan sama Om Danu

"Hmmm.. mau Om ajarin..?" kata Om Danu semakin menggoda saya.

"Mau kan Dit..." Tangan Om Danu mulai memegang jendolan kontolku yang memang sudah tegang.

Dada saya jadi berdebar kencang, dan pikiran-pikiran kotor langsung mendarat di otak saya.Om Danu tersenyum melihat ke arah celana saya, "Dit... segitu saja kamu sudah nafsu, sini Om liat, kontol kamu gede apa tidak sih...?" Om Danu membuka resleting celana saya dan mulai mengelus kontol saya. Nikmat sekali rasanya, selama beberapa menit saya merasakan elusan Om Danu. Lalu dia menuntun tangan saya ke arah kontolnya yang mulai mengeras. Saya langsung membuka resleting celananya dan terlihatlah kontol Om Danu yang besar dan panjang. Tiba-tiba napsu birahi mulai menyelimuti kepala saya, dan sedikit demi sedikit kepala saya di arahkan ke bawah menuju batang kemaluan Om Danu. Dengan menjulurkan lidah, saya mulai menjilati dan mengulum batang kontol yang besar berurat itu. Sekilas saya melongok ke wajah Om Danu yang sedang asyik menikmati kuluman saya. Dia merasa melayang oleh aksi kuluman mulutku dan sesekali Om Danu kehilangan kendali atas mobilnya. "Dit.. kuluman kamu enak juga yah... Om suka Dit... hmmm... uhhmm..." Om Danu semakin kehilangan kendali, cepat-cepat saja dia pinggirkan mobil dan kebetulan tempat itu jarang dilalui orang dan agak gelap.

Setelah mobil berhenti, Om Danu langsung mengajak saya pindah ke kursi belakang dan membuka kaosnya. Permainan berlanjut kembali dan menjadi lebih hot. Kemudian saya remas dadanya yang bidang, sementara tangan kanan Om Danu memegang kepala saya, sambil sesekali menekan ke bawah, "Dit...enak.. hhhsss... terusin Dit... lebih dalem lagi..." Permainan mulutku semakin mengganas sehingga menimbulkan suara yang menambah birahi, "Cepok cepokk..."suara bibirku beradu dengan batang kemaluan penuh urat itu. Tiba-tiba Om Danu menghentikan permainan itu dan... "Dit... sekarang giliran kamu Om puasin.. hmmm..."

Sambil mengatur nafas, dia segera membuka celana jeans saya, lalu Om Danu mulai memainkan kontol saya sambil satu tangannya yang lain mengusap-usap lubang pantat saya dan satunya lagi memainkan putting dada saya. Saya menggelinjang-gelinjang keenakan akibat aksi kedua tangan dan kuluman Om Danu tersebut. Ketika lidah Om Danu mulai semakin liar menjelajahi setiap jengkal area sensitif saya, saya makin terkapar bagaikan tersengat listrik ribuan mega watt. Apalagi ketika lidah hangat Om Danu berputar putar menuju ke arah lubang pantat, ubun ubunku serasa membuncah dan aku makin melengkungkan tubuhku. Lama lidah itu berputar dan menjejali lubang sensitifku itu. Dan ketika ujung lidah itu menusuk nusuk lubang anus saya, saya menekan kepala Om Danu sambil berkata, "Hhmm... enak Om, lebih ke dalam lagi Om.. oooohh..." Rupanya Om Danu sudah tidak tahan lagi dan langsung saja dia menunggingkan pantat saya.

Tanpa komando lagi, batang kemaluan Om Danu yang penuh urat itupun langsung di arahkan ke lubang anusku. Hanya dengan sekali tekan, langsung "Bless..." kontol itu memasuki rongga anusku hampir separuh. Karena lubang anusku itu sudah dipenuhi oleh ludah Om Danu jadinya sangat gampang memasukkan setengah dari kontolnya ke dalam lubang kenikmatanku. Dan ketika seperempat kejantanan Om Danu masuk, saya sudah mengerang kesakitan bercampur nikmat, "Hhmm... ooohhh... Dit punya Om tidak muat di lubang boolmu yah....."

Sedikit demi sedikit saya turut mendorong pantat saya ke belakang, agar batang itu bisa menelusup masuk semuanya. Dan diimbangi sodokan pinggul Om Danu, akhirnya semuanya amblas masuk. Jeritan lirih spontan keluar dari mulutku, yang semakin lama terasa bagai erangan penuh kenikmatan. Dan mendengar eranganku itu, Om Danu  semakin menjadi-jadi menyodokkan batang kontolnya lebih cepat dan dalam lagi.

Sambil memainkan buah dadaku, gerakkan Om Danu semakin mengganas. Dan tentu saja Om Danu yang sudah berpengalaman itu menjaga ritme goyangannya secara teratur agar akupun membalasnya dengan goyangan yang erotis. Tiba-tiba tubuh Om Danu menjadi kaku dan memperlambat gerakannya, dia pegangi pantat saya sambil menggerakkan kontolnya lebih masuk ke dalam, tetapi tiba tiba terdiam. Ternyata Om Danu hampir mencapai puncak nikmatnya,

"Oohhh... oohhh... Dit... hmmm...aku mau muncrat" erangnya.

Karena saya belum mencapai puncak, jadi saya suruh Om Danu menenangkan diri sebentar. Lalu setelah beberapa saat Om Danu mencabut kontolnya. Kini aku berbalik arah dan menyuruh Om Danu untuk merubah posisi jadi miring. Dan Om Danu menurut saja, selintas timbullah ide gila yang selama ini didamba-dambakan yaitu aku juga ingin memasuki lubang dubur Om Danu. Aku melumuri batang kontolku dengan ludah dulu agar lebih licin. Tanpa basa-basi langsung saja saya arahkan kepala kontolku dan mengambil ancang ancang untuk menancapkan ke lubang dubur Om Danu berawal kepala kontolku dulu. Tiba-tiba dia kaget, "Dit... kamu mau masukin lubang dubur Om yah!" Tanpa menghiraukan ucapan Om Danu, saya langsung masukkan kontol saya seluruhnya ke dalam lubang anus Om Danu. Memang, lingkar kontol saya tidak terlalu besar, namun panjangnya diatas panjang rata-rata.

Sesaat Om Danu terhenyak akibat ulah saya, karena kontol saya mentok dan menusuk ulu perutnya. Namun rupanya Om Danu begitu menikmati pergantian posisi ini. Saya mengeluarkan kontol saya dari lubang dubur Om Danu. Lalu dengan sekejap, saya hantamkan secara keras dan tiba-tiba. Akibat aksiku ini, mulut Om Danu mengerang dan mengeluarkan suara “Hekkkkk….pelan-pelan Dit. Sakit kalo keras seperti itu.”. Om Danu mencoba berontak dan berusaha melepaskan tusukan kontolku di lubang duburnya.  Tapi aku berusaha menempel dan menusukkan kontolku lebih dalam lagi. Akhirnya dia mengerang pasrah. Setelang lubang dubur itu agak membesar dan terbiasa dengan ukuran kontol saya,  kembali lagi saya mencoba menerobos masuk dengan hentakan yang keras sekerasnya.

Om Danu kembali mengerang, "Acchh... ooacchhh..." Kembali saya menghujamkan kontol panjang dengan penuh nafsu sambil memainkan dan memilin puting dadanya yang keras. Saya mengerang keenakan seakan-akan kemaluan saya ada yang menyedot dan menggenggam erat dari dalam, "Acchhh... achhh... enak Om...?" tanya saya.

"Enak Dit... occchh.. terusin saja...hantam lebih keras lagi"

Aku menuruti permintaanya, aku cabut dengan tiba tiba lalu aku hunjamkan dengan keras. Begitu berulang kali aku lakukan dan sampailah pada akhirnya dari dalam saya merasakan ada yang mau menerobos keluar. Badan saya bergetar dan keringat menetes. Otot otot terasa lebih kejang dan tubuh ini terasa melayang layang. Sementara batang kontol saya yang panjang itu terasa berkedut kedut dan langsung saja saya cabut. Om Danu membalikkan tubuhnya dan saya arahkan kemaluan saya ke mulut Om Danu.Sambil membuka mulut, dia terus mengocok kontolnya sendiri,

"Cepetan dong kamu keluarin Dit..arahin ke mulut Om yah",pinta Om Danu.

"Cproot... cproot.."bunyi kocokan terakhirku.

"Oocchhh... sedikit lagi Om.. hhuuu.. aghhhhh..."

Dan akhirnya puncak kenikmatan datang dan sperma hangatku menyembur masuk ke mulut Om Danu. Lalu saya kocok lebih keras lagi, hingga semprotan spremaku yang kedua keluar lebih keras, dan muncrat mengenai muka Om Danu. Om Danu terkaget, karena semprotan di mukanya ini. Untuk semburan spermaku yang kedua, mulai aku arahkan lagi ke mulut Om Danu. Tetesan demi tetesan sperma saya dijilati dan ditelan oleh Om Danu.

Rupanya Om Danu juga tidak mau kalah. Dia mendorong tubuhku hingga aku terjengkang ke kursi mobil. Lalu kakiku diangkatnya tinggi tinggi dan ditaruh di pundaknya. Rupanya Om Danu ingin mengakhiri aksi ini dengan menyodomiku kembali.

Aku yang baru saja ejakulasi, sekujur tubuhku melemas dan lebih sensitif. Terasa geli ketika batang kontol besar nan panjang dan berurat itu mulai diarahkan ke lubang pantatku kembali. Sekuat tenaga aku menahan rasa geli dan rasa sensitif ketika inchi demi inchi batang kontol itu menembus lubang anusku kembali. Keringat dinginku mengucur karena menahan rasa geli bercampur pegal.

Om Danu terlihat begitu nafsunya menyodok dan menghunjamkan batang kontol besar itu ke lubang anusku yang merapat karena rasa geli. Wajahnya nampak lebih garang dan beringas seolah ingin membalas dendam atas perlakuanku tadi terhadap lubang duburnya. Aku menggigit bibirku sambil menahan rasa geli yang teramat sangat. Namun sensasi yang aku rasakan sungguh luar biasa. Tak pernah sekalipun aku merasakan sensasi seperti ini, walaupun aku telah sering disodomi. Namun disodomi sesaat setelah aku ejakulasi, sungguh memberikan pengalaman yang tak pernah aku lupakan seumur hidup. Keringat Om Danu mulai menetesi dada dan mukaku, saat dengan penuh nafsunya terus memompa dan menggenjoti lubang anusku. Aku imbangi dengan meremas dan memilin dadanya.

Hingga akhirnya tubuh Om Danu bergetar hebat diiringi racauan penuh desisan dari mulutnya. Pertanda Om Danu akan mencapai klimaks aksi sodomi ini. Aku merapatkan pantatku hingga memberikan jepitan lebih erat lagi atas batang kontol Om Danu. Dengan diiringi teriakan “Ahhhhhhhhh…yessssssssssssss”. Kurasakan semburan sperma hangat memuncrat dari batang kontol Om Danu dan menyembur di dinding lubang anusku. Hentakan demi hentakan pinggul Om Danu mengiringi semprotan demi semprotan spermanya. Aku memeluk tubuhnya erat erat sambil menciumi bibirnya.

Akhirnya kami berdua berpelukan sambil saling pagutan hangat.

Sejak kejadian itu, Om Danu lebih sering mengajak ketemuan dengan saya di lapangan tennis. Sesekali dia minta diantar ke luar kota dengan alasan untuk mengikuti turnamen tennis. Padaha kami berdua cuma menikmati hubungan sejenis ini di kamar hotel.

No comments:

Post a Comment

Paling Populer Selama Ini